Minggu, 07 September 2014

Formulir Pendaftaran Forum Mahasiswa Riau Berani


FORUM MAHASISWA RIAU BERANI

Pendaftaran: Sampai 21 September 2014...

Ayoooo segera daftarkan diri Anda sebagai Mahasiswa Riau Berani "Training of Leadership"....
Berani....????

Silahkan download Formulir Pendaftaran disini...!!!

Formulir Pendaftaran KLIK.


Demonstrasi Mahasiswa Warnai Pelantikan Anggota DPRD Riau

Pekanbaru - Ratusan mahasiswa dari Himpunan mahasiswa Universitas Riau, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau, Badan Eksekutif Mahasiswa Islam Riau, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan berbagai mahasiswa dari perguruan tinggi di Riau menggelar unjuk rasa saat pelantikan 65 anggota DPRD Riau periode 2014-2019 di Gedung DPRD Riau Jalan Sudirman, Sabtu (6/9). 

Dalam aksinya, mahasiswa sempat saling dorong dengan pihak aparat yang jumlahnya berimbang dengan kelompok massa. Massa mendesak untuk dapat masuk kedalam kantor DPRD untuk bertemu langsung dengan legislator baru dan mendengar janji serta sumpah yang diucap anggota DPRD. Unjuk rasa ratusan mahasiswa ini menuntut anggota DPRD baru Riau memegang komitmen mereka, berpegang pada amanat rakyat dan menjaga kepentingan rakyat.

"Kepada para anggota DPRD yang baru kami meminta untuk menyelesaikan isu tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh Gubernur Riau. Karena isu itu telah meresahkan masyarakat," seru demonstran di saat aksi yang dikawal ratusan personil Polresta Pekanbaru.

Keseluruhan mahasiswa aksi massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Aktivis Rakyat Riau ini juga mendesak agar dewan menyelesaikan konflik yang terjadi di seluruh kabupaten provinsi Riau, meminta kebijakan khusus untuk peningkatan pendidikan di Riau, meminta untuk terbuka tentang anggaran, jika tuntutan ini tidak diindahkan maka para unjuk rasa akan turun kembali. dengan masa yang lebih besar. 

Sekitar satu jam berorasi di depan gerbang DPRD Riau, massa kemudian membubarkan diri secara tertib. Dan tidak ada aksi anarkis yang dilakukan pada saat orasi berlangsung.

Kementerian KOMINFO
BEM UNRI

D.A 







Ratusan Mahasiswa UNRI Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Pekanbaru - Ratusan mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau dan dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Riau menggelar unjuk rasa di depan gerbang Universitas Riau Jalan Soebrantas, Jumat pagi (5/9). 

Presiden mahasiswa, Zufa Hendri dalam orasi nya menolak rencana pemerintah untuk mengatasi defisit APBN dengan menaikkan harga BBM, apalagi di Negeri Lancang Kuning yang merupakan salah satu daerah di Indonesia penyumbang devisa terbesar.

 "Kami berunjuk rasa ini sebagai wakil suara rakyat sebagai bentuk penolakan rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, yang perlu dilakukan pemerintahan ke depan adalah memperbaiki sistem pengolahan di sektor minyak. Selama ini sektor mintak hanya dijadikan sebagai lahan empuk untuk korupsi. " Ungkap Zulfa Hendri. 

Selain tuntutan ditujukan kepada pemerintah terpilih Jokowi-Kalla, tuntutan para mahasiswa juga ditujukan kepada partai pendukung (PDIP). “Kami juga menuntut kepada PDIP. Waktu pemerintahan SBY, PDIP adalah salah satu partai menolak kenaikan harga BBM. Tetapi sekarang mau menaikkan BBM, Kami ingin membuka mata pemerintahan yang akan datang bahwa kenaikan harga BBM apapun alasannya adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat” Ujar menteri Sosial Politik BEM UNRI, Suyeni. 

Unjuk rasa ini menyebabkan ruas disepanjang jalan soebrantas lumpuh total. Hal ini diakibatkan adanya pemblokiran dua ruas jalan Soebrantas yang dilakukan mahasiswa dengan aksi bakar ban, penghadangan sebuah mobil pertamina dan sebuah mobil plat merah yang melintas di jalan Soebrantas gerbang UNRI sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa atas rencana kenaikan BBM.

Kementerian KOMINFO
BEM UNRI

D.A 





 

Rabu, 03 September 2014

Mimbar Bebas BEM UNRI Tolak Kenaikan BBM


Pekanbaru (3/9) – Isu akan naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM), yang apabila ini terjadi akan sangat memberatkan masyarakat. Terutama masyarakat kalangan menengah kebawah. Yang selama ini hampir sebagian besar masyarakat kalangan menengah kebawah belum, bahkan tidak merasakan BBM yang disubsidikan oleh pemerintah. Kementerian Sosial dan Politik BEM Universitas Riau, gelar Mimbar Bebas tolak kenaikan BBM di kampus Universitas Riau pagi tadi, 10.00 WIB.

            Berlokasikan dekat persimpangan tiga depan gedung UP2B, Menteri Sosial dan Politik, Suyeni berorasi tentang penolakan kenaikan BBM yang tidak mencerminkan ketiadaan hati mereka terhadap masalah – masalah yang akan ditimbulkan jika kenaikan BBM itu dilakukan. Dikatakan juga ketika dimasa kepemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, ditahun 2012 yang ketika itu SBY menaikkan BBM, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI – P) mencetak dan membagikan 40 ribu exlamper. Kemudian ditahun 2013 mereka juga menerbitkan Buku putih. Yang isi nya solusi untuk tidak menaikan harga BBM, lantas hari ini kita mintak Joko Widodo jika nanti dilantik untuk menggunakan buku merah dan buku putih sebagai solusi untuk tidak menaikan harga BBM.

            “PDI ketika sebelum naik mengatakan partai wong cilik, menerbitkan buku merah dan buku putih untuk mengatasi masalah kenaikan BBM, tetapi ketika naik, merekalah orang pertama yang akan menaikkan BBM. PDI P PHP rakyat! Tolak kenaikan BBM “ ujar Suyeni, Menteri Sosial dan Politik BEM Universitas Riau.


Sementara itu Zulfa Hendri Presiden Mahasiswa Universitas Riau dalam orasinya juga mengecam rencana Presiden Terpilih Joko Widodo yang akan menaikan harga BBM, sebab kenaikan BBM akan berujung pada naiknya harga – harga kebutuhan Pokok  yang artinya kemiskinan akan meningkat tajam. Untuk itu kami minta kepada PDIP yang selama ini konsisten menolak kenaikan Harga BBM untuk kembali buka suara dan menolak sama seperti ditahun – tahun sebelumnya menolak kenaikan Harga BBM.

Kementerian KOMINFO
BEM UNRI

S,B, Suyeni












KEMENPP taja Diskusi “Riau Darurat Kekerasan pada Perempuan dan Anak”

Pekanbaru (2/9) – Semakin maraknya Kekerasaan yang terjadi di Provinsi Riau ini, baik kepada perempuan dan anak. Terlihat dari berbagai media cetak maupun elektronik tentang kekerasan yang dirasakan oleh perempuan dan juga anak – anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM Universitas Riau taja diskusi tentang “Riau Darurat Kekerasan pada Perempuan dan Anak.

            Selain BEM Universitas Riau, hadir bersama BEM Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, BEM Universitas Islam Riau (UIR), BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Purna Graha, KAMMI Pekanbaru, UKMI Ar-Royan, dan Hima PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) FKIP Universitas Riau.

            Diskusi yang dimulai sore tadi, 16.00 di Sekre Juang BEM Universitas ini dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan, Wulan Kumala Dewi. Diskusi yang diadakan oleh KEMENPP ini disambut sangat baik dari kalangan mahasiswa, aktivis perempuan. Hasil dari diskusi yang dilakukan ini, menyepakati untuk dibentuknya Forum Perempuan Riau yang bekerja sama dengan LSM yang ada di Provinsi Riau. Menurut Menteri PP, Forum Perempuan Riau yang dibentuk ini bisa memberikan kontribus kepada perempuan Riau “ dengan adanya Forum Perempuan  ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penyelesaian perempuan dan anak khususnya di Provinsi Riau” ucapnya.

            “Forum seperti ini sangat dinanti-nanti dari dulu, namun belum ada yang menggerakkan, saya sangat senang ketika diundang oleh Saudara Wulan untuk mengikuti diskusi ini sekaligus membuat wacana pembentukan forum perempuan ini” ujar Ulifata Ni’mah, Menteri Pemberdayaan Prmpuan BEM UIN. Dikatakan juga apresiasinya kepada BEM Universitas Riau yang sudah tanggap dan peka terhadap permasalahan Perempuan dan Anak yang saat ini terjadi di Provinsi Riau.

            “Semoga Forum seperti ini bisa lebih matang lagi, sehingga kita dapat mendekralasikan diri dalam waktu dekat ini,” ujar Nurma Juita sebagai koordinator didefisi Pemberdayaan Perempuan KAMMI Pekanbaru. Diskusi ditutup dengan bersalam – salaman.




Kementerian KOMINFO
BEM UNRI







Senin, 01 September 2014

BEM UNRI taja Seminar bersama Mahasiswa Kukerta

Kampar (1/9) – Melihat kondisi masyarakat sekarang yang mulai tidak memperdulikan akan kelestarian lingkungan, terutama pohon – pohon pelindung untuk menguranginya pemanasan global. Kementerian Lingkungan Hidup BEM Universitas Riau taja seminar Pekan Penghijauan yang bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (kukerta) Universitas Riau sore tadi, 14.00 di Desa Lipat Kain Utara, Kampar. Yang kegiatan ini bentuk sinkroni dari program kerja Kementerian Lingkungan Hidup BEM Universitas Riau dengan program kerja mahasiswa Kukerta di desa tersebut.

            Kegiatan yang diadakan di Kantor Poskesdes (Posyandu Kesehatan Desa) ini dihadiri Kepala Desa Lipta Kain Utara, Jamhur. Dan juga Sekretaris Desa, Marisdi. Turut hadir bersama rombongan dari BEM Universitas Riau yang dipimpin oleh Wakil Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau, Hendri. Dan yang membuat acara ini ramai adalah antusias warga yang berdatangan mengikuti rangkaian kegiatan seminar hingga penanaman pohon ini. Pohon yang akan di tanamakan di sekitaran Desa Lipat Kain Utara ini adalah pohon pelindung sekaligus buah yang dapat dimakan juga oleh masyarakat yang menanamnya. Pohon Matoa yang ada di Poskesdes ini berjumlah 700 bibit yang dibagikan kepada masyarakat.

            Seminar yang diberikan oleh perwakilan dari mahasiswa kukerta ini, menjelaskan seputar penghijaun dan juga cara memelihara pohon matoa. Selepas seminar, pembagian bibit pohon matoa secara simbolis diberikan kepada Kepala Desa oleh ketua pelaksana seminar, Sihono Susilo. Dilanjutkan simbolis penanaman yang juga di lakukan oleh Kades Lipat Kain Utara ini. Usai itu, pembagian bibit pohon ini dibagikan kepada masyarakat sekitar sesuai dengan per dusunnya masing – masing. “Semoga bibit pohon yang kami berikan ini bermanfaat kepada warga sekitar dan jangan lupa selalu dirawat dan disiram”ujar ketua pelaksa, Sihono.

            Wakil Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau, Hendri juga mengatakan bahwa ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat “ ini adalah salah satu bentuk kami mengabdi kepada masyarakat, dan semoga pengabdian kami disini memberikan perubahan lebih baik untuk Desa ini”ungkapnya. Ucapan terima kasih juga datang dari Kepala Desa “ saya mewakili warga sini mengucapkan beribu terima kasih kepada mahasiswa Kukerta dari Universitas Riau yang telah mengabdikan dirinya di Desa kami ini” ujar Kepala Desa Lipat Kain Utara. Acara ditutup dengan berfoto bersama pengurus BEM Universitas Riau, mahasiswa Kukerta dan perangkat Desa Lipat Kain Utara.

Kementerian KOMINFO
BEM UNRI





            

Temu Ramah dengan peserta HIMAPIKANI

Pekanbaru – Minggu (31/8) Makan Malam HIMAPIKANI (Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia) bersama Kelembagaan BEM Se – Universitas Riau berlangsung hangat dan penuh keakraban. Acara ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Rakernas XII yang ditaja oleh BEM Faperika. Selain Presiden Mahasiswa BEM Universitas Riau, turut hadir perwakilan dari beberapa kelembagaan Se – Universitas Riau seperti UKMI Ar-Royan, UKM PMI, UKM Resimen Mahasiswa, UKM Pramuka, Gubernur BEM Fakultas dan ketua Kelembagaan yang ada di Universitas Riau.

            Dalam sambutannya, Zulfa Hendri selaku Presiden Mahasiswa menyampaikan acara makan malam bersama ini juga sebagai wujud penyambutan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau kepada tamu Rakernas XII dan sebagai acara temu ramah dengan seluruh kelembagaan Se Universitas Riau untuk menjalain silahturahmi.


            Sekretaris Jendral HIMAPIKANI, Miftah juga menyampaikan ucapan terima kasihnya “terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan keluarga BEM Se – Universitas Riau, kami sangat merasa senang dengan teman – teman Universitas Riau, semoga hubungan kita dapat terus terjalin”. Usai kata sambutan dilanjutkan menyantap hidangan makan malam dan makan bersama. Tidak terlewatkan diujung acara perkenalan masing – masing LKP se – Indonesia. Ada yang berasal dari Universitas Teuku Umar, Universitas Sumatera Utara, UNSRI, UNPAD, UNDIP, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Mulawarman Samarinda, UNPATI, Universitas Maluku dan beberapa Universitas lainnya. Acara ditutup dengan bersalam – salam. 

Kementerian KOMINFO
BEM UNRI